Dinsdag, 20 Augustus 2013

KEJUJURAN, KEIKHLASAN DAN KESABARAN ADALAH "BUAH" YANG MANIS 
(kisah Mbah Sarno Si Tukang Sol Sepatu)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 
Cuaca hari ini sangat sangat panas.
Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup.

Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling.
Jika orang lain mungkin berfikir
“mau nonton apa saya malam ini?”,
mbah sarno cuma bisa berfikir
“saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan.
Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja.
Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha.
Hebatnya lagi,, beliau adalah orang yang sangat jujur.
Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Ketika itu sudah Jam 11,
saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang,
dia pun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari itu. Seorang pemuda berusia berkisar 20 tahunan,
beliu terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong,
ia terus menerus melihat jam'nya.
Karena Mbah Sarno pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali.!!
Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari isi dompetnya.
Mbah sarno jelas kaget, dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali,
apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari itu.

“Wah,, mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu.
Ya sudah,, saya cari dulu sebentar pak, ke warung depan sana”

“Udah mas, nggak usah repot-repot.
Mas bawa dulu saja.,
Saya perhatikan sepertinya mas lagi buru-buru.
bayar Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu.
Ya sudah,, makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno.
Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan saja dan itu pun belum membayar.
Ia terus menanamkan dalam hatinya,
“ikhlas'''.
Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih,
Mbah Sarno pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah.
setelah Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah,,,
izinkan Hamba mencicipi secuil rezeki_Mu hari ini.
Hari ini aku akan terus berusaha,,
selebihnya adalah kehendak_Mu.”

Selesai berdoa panjang,
ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya,
ia kaget,, karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak.
Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini, pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya cuma selembar,
tapi ada 5 lembar.

“Loh loh mas?
Ini mas belum mecahin uang ya..!??
Ma'af mas,,
saya masih belum punya kembalian.
Ini juga kok 5 lembar mas.,
Ini apa nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak,,
terima saja Kembaliannya, pak.
Hari ini, waktu pagi tadi saya tes wawancara,
kalaw sempat Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak.,
Untung bapak berbesar Hati membiarkan saya pergi dulu.
Insya allah,,
minggu depan saya berangkat ke prancis, pak.
Saya mohon Do'anya yea pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak.
Sisanya untuk membayar kesuksesan saya dan keikhlasan bapak hari ini.”

...!!!???....